Sebagai salah satunya implikasi peranan tanggung-jawab dosial dan lingkungan perusahaan, PT Peningkatan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), sekarang melakukan Program Integrated Farming Sistem di Desa Belar, Dusun Sukadana, Lombok tengah.

Michelle Yeoh Bisa Golden Globe Anwar Ibrahim Kirim Sanjungan

Training peningkatan kekuatan pertanian berbasiskan integrated farming sistem atau mekanisme pertanian terintegrasi oleh BUMN pengembang dan pengurus Teritori Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Lombok, NTB, itu sudah jalan semenjak Oktober tahun kemarin. Program itu dikerjakan bekerja bersama dengan Team Pusat Rencana dan Peningkatan Pariwisata (P3TA) Kampus Mataram.

Di tanggal 7 Januari lalu, sudah diselenggarakan pantauan dan pembimbingan dalam soal pemrosesan pupuk kandang jadi pupuk organik, budidaya jamur tiram, dan pembimbingan sambungan bibit anggur. Pantauan dan pembimbingan ini dituruti oleh Barisan Tani Desa Belar, Ketua Karang Taruna Dusun Sukadana, Barisan Sadar Rekreasi (Pokdarwis) Dusun Sukadana dan 11 orang mahasiswa Barisan Kerja Riil (KKN) Kampus Mataram (Unram) yang ditaruh oleh Team P3TA Kampus Mataram di Dusun Sukadana.

Vice President Corporate Secretary I Putu Mirayana menjelaskan, program pendayagunaan warga untuk dusun penyangga di The Mandalika ini sebagai salah satunya bentuk loyalitas ITDC sebagai BUMN dalam tingkatkan kesejahteraan warga sekitaran. Training ini dipercaya akan memberikan faedah besar untuk warga dusun penyangga agar bisa berkompetisi dan tingkatkan ekonomi lewat peningkatan pertanian oleh warga sendiri.

Dalam aktivitas pantauan beberapa lalu, masyarakat Desa Belar sampaikan jika warga dapat rasakan hasil panen dari budidaya jamur tiram yang sudah dilakukan sekalian telah jual hasil panen itu ke daerah sekitaran Dusun Sukadana atau ke tempat pasar.

Menurutnya, keinginan untuk jamur tiram juga makin bertambah. Disamping itu, saat pantauan kelihatan jika ada kenaikan ketertarikan dari masyarakat Desa Belar dalam aktivitas budidaya jamur tiram yang diperlihatkan dengan tambahan baglog jamur yang mereka membeli sendiri hasil dari pemasaran jamur tiram.

Pantauan dan pembimbingan untuk masyarakat Desa Belar, Dusun Sukadana akan dilaksanakan secara periodik dan bersambung di tanggal 21 Januari 2023 kedepan, dengan gagasan aktivitas yakni memberi training pembikinan baglog (kantong) jamur.

Barisan masyarakat yang terima training ini nanti akan diberi perlengkapan dan peralatan untuk pembikinan baglog jamur. Dari training ini diharap masyarakat bisa membuat sendiri baglognya dan jadi lebih berdikari, hingga tak perlu beli baglog bila ingin meningkatkan usaha budidaya jamur tiram mereka.

“Lewat training Integrated Farming Sistem ini, kami mengharap bisa menggerakkan kekuatan dan kreativitas warga dusun penyangga The Mandalika, hingga mereka bisa berperanan dalam pembangunan dan bisa gerakkan roda ekonomi disekitaran teritori The Mandalika, Lombok tengah, bahkan juga NTB. ‘’Kami buka kesempatan untuk beberapa faksi yang ingin berperan serta langsung dalam peningkatan pendayagunaan warga dusun penyangga The Mandalika,” sebut Mirayana.