Program pesan WhatsApp sudah mengeluarkan feature baru namanya “Call Links”. Feature baru ini mempermudah pemakai untuk membikin link undangan WhatsApp call yang serupa dengan link Meet dan Zoom. Dengan feature itu, pemakai dapat mengundang sampai 32 orang pada sebuah percakapan telephone atau video.

Dengan demikian, pemakai tidak pakai repot kembali untuk mengundang rekan satu demi satu supaya bisa tergabung dalam panggilan telephone atau video. Cukup hanya membagi link WhatsApp call, karena itu pemakai lain dapat tergabung secara berdikari ke panggilan cukup dengan mengeklik link WhatsApp call yang serupa link Meet dan Zoom.

5 Penyempurnaan Terbaru untuk Status WhatsApp, Dapat Tentukan Penonton sampai Buat Pratinjau Link

Kepolisian Dubai Meredam 28 Pengedar yang Jual Narkoba Sebesar Rp 130 M

Harus dipahami, feature WhatsApp ini cuma ada pada WhatsApp versus terkini . Maka Anda perlu mengupdate program lebih dulu untuk dapat nikmati feature terkini link Whatsapp serupa link Meet dan Zoom.

Untuk Anda yang ingin coba membuat link WhatsApp call serupa dengan link Zoom dan meet, berikut langkah buat link Whatsapp call serupa link Gmeet dan Zoom.

Di bawah ini beberapa langkah untuk membikin link WhatsApp Call dengan gampang:

Zoom Akan Berhentikan 1.300 Pegawai Saat Musim WFH Berkurang

1. Masuk ke tab “panggilan” di program WhatsApp

2. Click tab “buat link panggilan” yang ada di sisi teratas

3. Click tab “tipe panggilan”, lalu Anda diminta pilih tipe panggilan WhatsApp Call yang diharapkan apa wujud video atau suara.

4. Link telah ada dan Anda dapat bagi link WhatsApp Call ke rekan lewat WhatsApp atau media laun.

Sebagai catatan, rupanya tidak seluruhnya pemakai WhatsApp dapat tergabung untuk lakukan panggilan telephone atau video lewat link WhatsApp Call yang dibagi. Pemakai yang dapat tergabung melalui link itu cuma yang telah mempunyai feature “link panggilan”.

Hingga pemakai yang masih belum up-date WhatsApp dan belum memperoleh feature “link panggilan” tidak dapat tergabung dalam WhatsApp Call melalui link yang dibagi.

Walau demikian, pemakai bisa tergabung dengan lain seperti dipertambah dengan manual oleh pemakai lain saat WhatsApp Call berjalan.

Demikianlah langkah buat link Whatsapp Call serupa link GMeet dan Zoom. Benar-benar gampang sekali kan? Nantikan apa lagi, silahkan coba!

RIZKI DEWI AYU (CW)

Informasi Seterusnya

BMKG Sebutkan Gempa Jayapura Destruktif, Buat Plafon Ambrol sampai Kebakaran Rumah

24 menit yang lalu

Artikel Berkaitan

5 Penyempurnaan Terbaru untuk Status WhatsApp, Dapat Tentukan Penonton sampai Buat Pratinjau Link

Zoom Akan Berhentikan 1.300 Pegawai Saat Musim WFH Berkurang

Zoom Mengonfirmasi Akan PHK 1.300 Pegawai

Langkah Keluar Group WhatsApp tanpa Kedapatan Anggota Lain

7 Ciri-ciri Pemakai WhatsApp GB, Dapat Membaca Pesan yang Dihapus

Program Penipuan Berlagak Undangan Pernikahan di WA, Polisi Tangkap Mahasiswa

Berikut lima penyempurnaan untuk Status WhatsApp yang sudah dikenalkan ke pemakai global. Terjadi dalam beberapa minggu di depan.

Zoom berkembang cepat saat beberapa orang berpindah ke tugas jarak jauh sepanjang wabah covid-19.

Zoom pada Selasa, 7 Februari mengonfirmasi akan lakukan PHK pada 1.300 pegawainya susul melambannya keinginan pada service video pertemuan itu

Sedikit yang mengetahui, jika keluar group WhatsApp rupanya dapat tanpa kedapatan anggota lain.

WhatsApp GB sering dipakai remaja karena featurenya. Satu cirinya ialah masih tetap dapat membaca pesan yang telah dihapus.

Seorang mahasiswa di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, jadi terdakwa pembikin satu antara file program yang menggelisahkan di sosmed.

Modus penipuan online lewat program pesan WhatsApp sekarang ini sedang ramai terjadi. Berikut sejumlah panduan tepat supaya terbebas dari semua modus penipuan online.

Modus penipuan online berlagak undangan nikah sampai pengantar paket disebutkan dengan istilah sniffing. Apakah itu sniffing?

Apa belakangan ini Anda mendapatkan pesan WhatsApp dari kantor pajak hal Validasi NIK-NPWP? Jika ya, tidak perlu cemas.

Whatsapp jadi program terpopuler yang dipakai warga Indonesia, persentasinya capai 98,07 % pemakai di Indonesia.